Teknik Afdruk Screen Printing Sablon

Teknik Afdruk Screen Printing Sablon

Tehnik Afdruk dalam sablon manual (Screen Printing Sablon -SPS) adalah syarat wajib/ skill yang wajib dimiliki oleh sabloner, dilakukan sebelum proses cetak. Tujuannya adalah menciptakan bentuk yang sesuai dengan yang kita inginkan diatas kain saring ( screen ), sehingga saat kita gesut/ menyapu tinta cetak yang telah kita tuangkan diatas screen tersebut akan keluar sesuai dengan gambar atau teks yang telah kita bentuk diatas screen tersebut.

Kemahiran dan ketepatan dalam proses afdruk merupakan salah satu syarat penting untuk menghasilkan hasil cetak sablon yang baik.

Meskipun kelihatannya mudah, namun banyak / sering sekali bagi mereka yang baru mempelajari teknik menyablon mengalami kegagalan dalam tehnik afdruk ini. Sebenarnya permasalahan yang akan timbul terletak pada waktu penyinaran / eksposing – nya, penyinaran bisa dilakukan dengan sinar matahari maupun sinar lampu yang mengandung sinar UV seperti lampu neon, anda harus banyak bereksperimen untuk menemukan waktu penyinaran yang tepat.

Standarnya adalah menggunakan meja sablon yang tertutup saat penyinaran, jika belum punya bisa menggunakan lampu neon 1-3 dengan masing-masing 18 watt. Jumlah lampu menentukan waktu penyinaran.

Setiap meja afdruk memiliki standart masing-masing sesuai dengan jarak lampu terhadap screen

Pada prinsipnya penyinaran berfungsi untuk membentuk pola yang kita buat.

Prosesnya bisa dibilang mudah jika kita sudah terbiasa dan menemukan standart teknik afdruk, yuk kita perhatikan tahapannya sebagai berikut:

Pertama

Screen sablon

Bersihkan screen yang ingin kita gunakan, meskipun baru screen berpotensi terkena debu yang dapat mempengaruhi hasil afdrukan. Bersihkan dengan sabun colek/krim+kain perca lalu keringkan dengan matahari dengan posisi screen berdiri, untuk mempercepat bisa menggunakan kipas atau kalo mau cepet ya pake hairdryer.

Kedua

Proses afdruk screen
Ratakan obat afdruk menggunakan coater

Oleskan obat afdruk / stencil / photo emulsion screen secukupnya ke dibagian belakang dan depan screen.

Ratakan obat tersebut menggunakan Rakel / penggaris / coater/kuas cat,jangan terlalu tebal/tipis. Keringkan dengan hair dryer saja karena keringnya lama sekali,bisa juga diangin-angin saja namun usahakan berada di tempat yang tidak terlalu terekspos oleh cahaya ( remang – remang gitu deh, tapi tetap hati-hati, karna screen yang sudah diberi obat afdruk sangat sensitif dengan sinar UV.

Ketiga
Setelah kering, siapkan film sablon yang telah anda buat dan rekatkan pada screen tersebut di posisi yang anda inginkan ( biasanya di posisi center/tengah )
Ada dua pilihan dalam melakukan penyinaran / exposing, yaitu ; menggunakan cahaya matahari ( bagus tapi kagak stabil, soalnya tergantung sama kemurahan hati sang surya, kalo terang waktunya bisa cepet, klo mendung bisa kagak jadi ), atau dengan cahaya buatan ( bisa lampu neon / lampu UV ).

Tahapan ini memerlukan timing yang tepat, karena obat afdruk bersifat peka cahaya, sehingga ia akan bereaksi sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya ( perhatian : tidak semua obat afdruk yang tersedia di pasaran memerlukan waktu penyinaran yang sama, sebaiknya anda tanyakan kepada toko penjual obat tersebut mengenai waktu penyinaran yang tepat untuk obat yang anda beli ). Urutan untuk penyinaran dengan matahari : kaca,film,screen,bantal kain hitam (tekan bantalan hitam agar tak ada cahaya masuk lewat sela-sela yang mengakibatkan proses afdruk gagal), dengan Lampu neon 2x40watt, urutannya sama tapi ga pake kaca karena sudah menggukanan meja afdruk.

Keempat
Setelah proses penyinaran, maka image / bentuk yang anda inginkan akan terlihat ( agak samar – samar ) di atas screen yang telah diberi obat afdruk tersebut.
Jangan terkagum – kagum dulu melihat gambar tersebut, karena anda harus merontokkan obat afdruk yang masih menutupi image / bentuk yang anda inginkan, segera siram dengan air bertekanan tinggi atau benamkan dalam air untuk merontokkan obat tersebut, Idealnya setelah anda menyiram atau membenamkan screen tersebut dalam air, maka obat afdruk yang telah terekspos cahaya tersebut akan merontokkan diri, sehingga membentuk image / bentuk yang anda inginkan, namun terkadang karena waktu penyinaran yang kurang tepat, maka bisa saja ada obat yang masih tertinggal, bila anda menyiram dengan air bertekanan tinggi, biasanya obat ini akan rontok sendiri pada akhirnya, namun bila masih tetap membandel, terpaksa anda perlu mengulang proses ini dari awal.

Terakhir
Setelah image / bentuk yang anda inginkan bersih sempurna dari gangguan obat yang masih tersisa di screen, anda dapat mengeringkan screen tersebut, atau mengoleskan obat penguat screen.

Begitulah sekilas info tentang tehnik afdruk, selamat mencoba.Semoga Bermanfaat…!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *